Kebutuhan-kebutuhan praktis adalah kebutuhan yang muncul dari kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan akan akses kepada air bersih, makanan, rumah, dan sebagainya.
Author: admin
KEADILAN GENDER (2)
Untuk mengakhiri ketimpangan dan memperkuat otonomi diperlukan perlakuan terhadap perempuan dan laki-laki secara berbeda. Oleh karena itu, keadilan gender tidak berfokus pada perlakuan yang sama tetapi lebih mementingkan pada kesetaraan sebagai hasilnya. Perlakuan yang tidak sama memerlukan kejujuran dan keadilan dalam distribusi manfaat dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki. Konsep keadilan gender mengenali bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kebutuhan-kebutuhan, kekuasaan yang berbeda, dan bahwa perbedaan-perbedaan ini harus diidentifikasi dan diatasi agar kesetaraan antar kedua jenis kelamin dapat terwujud.
KEADILAN GENDER (1)
Adalah proses yang adil bagi perempuan dan laki-laki. Agar proses yang adil bagi perempuan dan laki-laki terwujud, diperlukan langkah-langkah untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan laki-laki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender.
GENDER DAN PEMBANGUNAN (2)
Fokus utama gender dan pembangunan terutama bukan pada perempuan saja tapi pada relasi-relasi gender. Menurut perspektif GAD, memahami struktur dan dinamika relasi-relasi gender adalah sentral bagi analisis organisasi sosial dan proses sosial.
GENDER DAN PEMBANGUNAN (1)
Sejak pertengahan tahun 1980-an terjadi suatu perubahan dari strategi WID (Women in Development) ke strategi GAD (Gender and Development) yang tercermin dalam diskusi internasional dan kebijakan-kebijakan banyak negara.
GENDER (2)
Mengacu kepada peran-peran yang dikonstruksikan dan dibebankan kepada perempuan dan laki-laki oleh masyarakat. Peran-peran ini dipelajari, berubah dari waktu ke waktu dan sangat bervariasi di dalam dan diantara berbagai budaya. Tidak seperti seks (perbedaan biologis antara perempuan dan laki-laki), gender mengacu kepada perilaku yang dipelajari dan harapan-harapan masyarakat yang membedakan antara maskulinitas dan femininitas. Kalau identitas seks ditentukan oleh ciri-ciri genetika dan anatomi, gender yang dipelajari secara sosial merupakan suatu identitas yang diperoleh. Tercakup dalam konsep gender juga harapan-harapan tentang ciri-ciri, sikap-sikap, dan perilaku-perilaku perempuan dan laki-laki (femininitas dan maskulinitas).
GENDER (1)
Mengacu kepada peran-peran dan tanggung-jawab perempuan dan laki-laki yang dikonstruksikan oleh masyarakat. Termasuk dalam konsep gender adalah harapan-harapan masyarakat mengenai ciri-ciri, sikap, dan perilaku perempuan dan laki-laki (feminitas dan maskulinitas).
ISU-ISU GENDER
Isu-isu dan permasalahan yang disebabkan oleh ketimpangan gender. Bagian dari permasalahan adalah diskriminasi terhadap perempuan, terutama dalam hal akses dan penguasaan atas sumber-sumber kehidupan, kesempatan, status, peran, hak, dan penghargaan.
INDIKATOR-INDIKATOR YANG PEKA GENDER (2)
Adalah petunjuk-petunjuk yang memberikan informasi tentang perempuan, laki-laki, anak-anak perempuan atau anak-anak laki-laki yang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan, yang menikmati manfaat-manfaat hasil proyek, dan dampak intervensi pada kehidupan perempuan dan laki-laki (ARROWs, 2000).
INDIKATOR-INDIKATOR YANG PEKA GENDER (1)
Indikator yang peka gender berfungsi khusus untuk menunjukkan sejauh mana dan dengan cara bagaimana program-program dan proyek-proyek pembangunan mencapai tujuannya yaitu kesetaraan gender. Indikator yang peka gender mengukur perubahan ketimpangan gender menjadi kesetaraan dari waktu ke waktu.