PROFIL AKSES DAN KONTROL

Adalah alat untuk melakukan analisis gender yang membantu mengidentifikasikan ketidak-seimbangan akses dan kontrol atas berbagai sumberdaya oleh laki-laki dan perempuan, seperti Sumberdaya alam /materi (tanah, modal, peralatan, dan sebagainya). Pasar (sebagai pembeli dan penjual) Berbagai sumberdaya sosial-budaya (informasi, pendidikan, pelatihan, dsb.). Sumberdaya manusia (angkatan kerja, keterampilan,dan sebagainya)

 

MASKULIN, MASKULINITAS

Dalam kaitannya dengan diskursus mengenai gender, istilah ini memiliki konotasi otonomi, rasionalitas, kekuatan fisik, jarak emosional, bahkan kekerasan. Beberapa berpendapat bahwa dunia ini banyak didominasi oleh ciri-ciri yang maskulin dan hal tersebut perlu diimbangi oleh ciri – ciri yang feminin seperti kedamaian, cinta, perhatian, dan pengasuhan.

 

MANFAAT

Termasuk dalam manfaat adalah hal-hal praktis (uang atau pendapatan, pelatihan, kebutuhan-kebutuhan dasar, waktu, dsb.) dan hal – hal yang strategis (meningkatnya status sosial, kesempatan, contohnya dengan dimilikinya keterampilan dalam hal-hal tertentu ) yang dipunyai oleh laki-laki dan perempuan yang diperolehnya dari kegiatan-kegiatan produktif, reproduktif, dan sosial mereka. Manfaat-manfaat dari berbagai sumberdaya tersebut di atas, dan dari kegiatan-kegiatan pembangunan perlu diukur untuk memastikan adanya kesetaraan / ketimpangan gender dalam suatu kelompok atau komunitas.

 

KETERGANTUNGAN

Suatu keadaan tersubordinasi. Dalam isu-isu gender, ketergantungan biasanya digunakan untuk mendiskripsikan keadaan yang dialami oleh kaum perempuan yang tidak memiliki penguasaan (kontrol) atas sumberdaya ekonomi dan pengambilan keputusan. Dalam banyak negara-negara Selatan (negara-negara dunia ketiga), ketika pendapatan kaum perempuan (misalnya, dari pertanian atau kerajinan tangan) dirusak, kaum perempuan tergantung secara ekonomi dan tergantung dalam pengambilan keputusan. KOMUNITAS Sekelompok orang-orang yang memiliki ciri-ciri atau kepentingan yang sama, tinggal dalam suatu wilayah yang sama.

 

KESENJANGAN GENDER

Suatu istilah yang mengacu kepada perbedaan-perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam akses ke dan kontrol atas sumber-smber daya penting, perbedaan dalam pekerjaan dan upah dimana laki-laki menerima lebih banyak dibandingkan permepuan. Selain itu terkandung juga dalam kesenjangan gender ini yaitu ketidak-seimbangan hubungan antara perempuan dan laki-laki di dalam proses pembangunan, dimana perempuan tidak berpartisipasi dalam proses pembangunan (merencanakan, memutuskan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi). Kesenjangan gender dapat diidentifikasi melalui analisis gender.

 

KESETARAAN GENDER

Berarti perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan demikian, kesetaraan gender merupakan penilaian yang sama yang diberikan masyarakat atas kesamaan dan perbedaan antara perempuan dan laki-laki, dan atas berbagai peran yang mereka lakukan.

 

KESADARAN DAN KEPEKAAN GENDER

Adalah kemampuan untuk mengenali kesenjangan hubungan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki di dalam keluarga dan di dalam komunitas; dampak pembagian kerja berdasarkan gender terhadap perempuan dan laki-laki; bahwa pengalaman, permasalahan, kebutuhan, kepentingan, aspirasi perempuan dan laki-laki juga berbeda. Kesadaran ini membawanya kepada kepekaan gender yang artinya selalu mempertanyakan apakah suatu kebijakan, program, proyek, kegiatan adalah adil dan berdampak sama terhadap perempuan dan laki-laki dan hasilnya juga sama-sama dinikmati oleh perempuan dan laki-laki.