Hasil Kajian Cepat dan Pemetaan CALEG Perempuan di PEMILU 2014

Hasil Kajian Cepat dan Pemetaan CALEG Perempuan di PEMILU 2014

Jakarta, 23 November 2013

 

Koalisi Perempuan Indonesia pada tanggal 14 November 2013 telah meluncurkan Hasil Kajian Cepat dan Pemetaan Calon Anggota Legislatif Perempuan PEMILU 2014 di Jakarta di hadapan media baik cetak, elektronik, online dan juga TV . Peluncuran dilakukan oleh Dian Kartikasari, SH selaku Sekjend Koalisi Perempuan Indonesia dan Dewi Komalasari tim POKJA Reformasi Kebijakan Publik. 

Hasil Kajian dapat di download :
http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2013/11/Rapid%20Mapping.pdf
http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2013/11/Pemetaan%20dan%20Kajian%20Cepat%20Caleg%20Perempuan%202014.pdf

admin

 

 

Berkembang bersama  Koalisi Perempuan Indonesia

Berkembang bersama Koalisi Perempuan Indonesia

Pengumuman 

 

Salam Demokrasi

BERKEMBANG BERSAMA KOALISI PEREMPUAN INDONESIA

Sekretariat Nasional Koalisi Perempuan Indonesia  membutuhkan  :

1.   Staff divisi Keuangan 1 ( satu ) orang  (KEU)

2.   Staff Reformasi Kebijakan  Publik 2 ( dua ) orang  (RKP)

3.   Staff  Sistem Management Informasi 2 ( dua ) orang  (SMI)

4.   Staff Pengembangan Organisasi  2 ( dua ) orang  (PO)

5.   Staff Kajian dan Penelitian ( LITBANG ) 2 ( dua ) orang  (K&P)

Persyaratan dapat di lihat di  : [gview file=”http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2013/11/Lowongan-SETNAS-Koalisi-Perempuan.pdf”]

Lamaran harap di kirim via pos ( lengkap beserta pas photo ), Faximile ( 021 79183444 ) dan Internet/e-mail ( koalisip1@yahoo.com dan sekretariat@koalisiperempuan.or.id ) maupun Cap Pos tertera paling lambat   28 November 2013, ditujukan kepada  Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan Indonesia d/a Sekretariat Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi  Jl. Siaga I no. 2  B  Pejaten Barat Ps. Minggu, Jakarta Selatan ( Kode Pos 12510 )  Pada sudut Kiri Atas  harap disertakan Kode yang diminati. Terimakasih

Jakarta,    20 November  2013

 

 

Dra. Dyah Bintarini, MM

Kerumahtanggaan / HRD

 

 

Condolence Messages

Condolence Messages

Jakarta, 14 November 2013

 

Dear friends in the Philippines

 

Member of Indonesian women’s Coalition and I are deeply saddened by the loss of life and property, injuries and extensive damage done by Super Typhoon Yolanda.

Children, pregnant and lactating women, the elderly and people with disabilities more vulnerable and suffer because of this disaster

 

I believe that The Philippines has always demonstrated resilience in the face of adversity and I am confident that the spirit of Bayanihan will unite you all to rebuild lives

 

We also hope that the Indonesian government and the leaders of other countries, especially ASEAN members,

will demonstrate solidarity and provide support for the government and people of the Philippines, to life in the Philippines to recover.

 

Long experience of dealing with major disasters in Indonesia, making us able to feel the burden carried by the Philippines.

We learn from experience, that by maintaining hope, we will have the strength to live and fight

So please, keep your hopes

 

In solidarity

Dian  KartikaSari

Secretary General

[gview file=”http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2013/11/Condolence-and-sympathy-typhoon-disaster.pdf”]

Kunjungan Mahasiswa Program Studi Gender Pasca Sarjana Universitas Indonesia

Kunjungan Mahasiswa Program Studi Gender Pasca Sarjana Universitas Indonesia

Jakarta,

Hari ini sekretariat Nasional Koalisi Perempuan Indonesia  kedatangan tamu dari mahasiswa Program studi Gender Pasca Sarjana Universitas Indonesia yang dipimpin langsung oleh Ibu Shelly Adelina MSi selaku pengampu mata kuliah “ Sensivitas Gender dan Pengantar Kajian Gender “ . Kunjungan yang berlangsung kurang lebih dua jam ini di sambut oleh Ibu Dian Kartikasari sebagai Sekretaris Jendral dan Ibu Damaria Pakpahan salah satu Presidium Nasional dan beberapa staff sekretariat Nasional.

Dalam pengantarnya Ibu Shelly memaparkan tentang apa tujuan dan maksud kedatangan yang merupakan rangkaian awal dari mata kuliah di Program Studi Gender Pasca Sarjana UI yaitu dengan harapan agar ke depannya menjadi lulusan yang langsung aksi di masyarakat sehingga tidak menjadi manusia yang ada di menara gading yang hanya berkutat dengan ilmu tanpa implementasi di masyarakat.

Dalam pertemuan ini adalah berbagi pengalaman bagaimana tantangan organisasi Koalisi Perempuan yang mempunyai anggota sekitar 36.000 lebih yang tersebar di 25 Propinsi dan 112 kabupaten , 661 desa . Sebagai organisasi besar tentu banyak menemui kendala dan tantangan dalam gerak langkah gerakan perempuan dan apa yang dikerjakan oleh organisasi dalam menghadapi beberapa isu seperti keterwakilan perempuan dalam politik, PEMILU, bahkan juga advokasi RUU Desa dan KKG ( Kesetaraan dan Keadilan Gender) .

admin

 

Apakah anda sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara ( DPS ) PEMILU 2014?

Apakah anda sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara ( DPS ) PEMILU 2014?

Jakarta, 22 Juli 2013

Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis daftar pemilihan sementara (DPS) di situs www.kpu.go.id. Nantinya, DPS itu akan menggunakan hak suara mereka pada Pemilu 2014.

Persoalan muncul dalam daftar pemilih, terutama menjelang Pemilu. Satu di antaranya masih ada identitas warga yang sudah meninggal masuk dalam DPS.

Lantaran itu, KPU berharap masyarakat dapat memastikan partisipasi mereka dengan mengecek data di website tersebut. Masyarakat pun dapat mengecek anggota keluarga mereka dalam DPS. KPU menilai partisipasi masyarakat dapat membantu meminimalisasi kesalahan dalam penyelenggaraan Pemilu.

Caranya yaitu buka www.kpu.go.id. Klik kolom ‘Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2014’ pada kanan halaman depan.

Pilih provinsi tempat Anda tinggal. Pilih kabupaten, kecamatan, dan kelurahan. Lalu isi nomor induk KTP dan nama lengkap. Klik tombol ‘cari’.

Informasi yang muncul akan mencantumkan identitas Anda berupa nomor KTP, nama, tempat lahir, dan jenis kelamin. Informasi itu juga menyebutkan nama tempat pemungutan suara (TPS) yang mendaftarkan nama Anda.

Anda juga dapat mengecek ke kantor kelurahan setempat. Bila ada data yang salah, silakan berkonsultasi dengan pegawai kelurahan.

SUmber : http://m.metrotvnews.com/read/newsvideo/2013/07/18/180437/Cara-Cek-Keikutsertaan-Anda-sebagai-Peserta-Pemilu

Resolusi Jakarta

Resolusi Jakarta

Resolusi Jakarta:

 

“Perempuan Melawan Korupsi”

Tanggal 18 dan 19 Maret 2013, pada Konferensi Regional AsiaTenggara “Women Fight Corruption“, 95 orang yang merupakan perwakilan lembaga masyarakat sipil dan pemerintah dari Indonesia, India, Kamboja, Timor Leste, Vietnam, Laos, Malaysia, Filipina, berkumpul bersama memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2013. Konferensi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta memperkuat komitmen stakeholder tentang isu-isu gerakan perempuan melawan korupsi. Konferensi ini dilaksanakan untuk mengakui bahwa korupsi memiliki dimensi gender, di mana perempuan – khususnya perempuan miskin dan anak-anak – yang lebih banyak menanggung beban berat dari dampak korupsi. Korupsi merupakan pengalaman keseharian perempuan, khususnya perempuan di komunitas-komunitas akar rumput. Mayoritas perempuan akar rumput menjadi korban korupsi. Studi di beberapa negara, pengalaman organisasi masyarakat sipil dalam melawan korupsi dan pengalaman para perempuan di akar rumput menunjukkan, ada hubungan antara tingkat korupsi dan kesetaraan gender. Makin tinggi tingkat kesetaraan gender, makin rendah korupsinya.  Ini membawa konsekuensi bahwa memperkuat gerakan perempuan untuk melawan korupsi merupakan salah satu terobosan bagi upaya pemberantasan korupsi.

Untuk memperkuat gerakan perempuan melawan korupsi, kami menyusun Rencana Aksi dan Resolusi perempuan melawan korupsi untuk dijadikan rekomendasi gerakan anti korupsi di masing-masing negara, yaitu:

  1. Pendidikan anti korupsi dan gerakan bersama untuk membangkitkan kesadaran kritis akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, integritas, transparansi dan akuntabilitas
  2. Melibatkan perempuan akar rumput dalam konsultasi dan proses penyusunan kebijakan dan program pemberantasan korupsi,  sehingga seluruh strategi Pemberantasan Korupsi, merefleksikan pengalaman perempuan di akar rumput.
  3. Mendorong dan berperan aktif dalam perubahan structur di semua level, mulai dari keluarga, sekolah, lembaga publik, lembaga swasta/korporasi dan pemerintahan demi terwujudnya sharing kekuasaan, keterbukaan dan kebebasan informasi serta partisipasi dalam pengambilan keputusan
  4. Membangun dan memperkuat gerakan pengawasan (watchdogs) terhadap korupsi di semua level
  5.  Memperkuat program untuk dukungan dan perlindungan terhadap pelapor (whistleblower), saksi dan korban,
  6. Memperkuat gerakan perempuan di tingkat organisasi akar rumput dan gerakan komunitas sebagai kelompok strategis dalam melawan korupsi
  7. Memperkuat keadilan dan kesetaraan gender di semua level sebagai bagian dari upaya melawan korupsi
  8. Membangun dan mengembangkan kerjasama di tingkat lokal, nasional, regional, dan global dalam melakukan perang melawan korupsi

Rencana aksi dan resolusi perempuan melawan korupsi dilaksanakan sesuai dengan kebijakan, ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di masing-masing negara.

Rencana aksi beserta resolusi tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tingkat tinggi PBB, UN’s high-level panel (HLP) yang akan datang di Bali, yang akan membahas kerangka pembangunan setelah MDG berakhir pada tahun 2015.

Aksi dan resolusi tersebut kami nilai sebagai yang niscaya harus dilakukan dalam melawan korupsi. Korupsi merupakan masalah serius, bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga negara-negara lain, khususnya negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berlangsung secara  sistemik dan berakar pada sistem politik yang didominasi para elit, dilakukan secara kolektif oleh pejabat publik di eksekutif-legislatif-yudikatif, korporasi, dan juga para aktor masyarakat, dan karenanya merupakan pengingkaran terhadap peradaban.

Sistem politik yang didominasi para elit melanggengkan kekuasaan ekonomi politik oligarki, mendesain  individu-individu untuk melakukan korupsi,  memperlemah pengawasan, dan kian memarjinalkan rakyat miskin. Korupsi adalah musuh bagi semua upaya untuk memberantas kemiskinan, pelaksanaan hak asasi manusia, dan pengelolaan negara berdasarkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik, yaitu transparan, demokratis, akuntabel dan mewujudkan keadilan sosial.

Pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab setiap individu dalam masyarakat, pemerintah, dan korporasi. Kami berharap, rencana aksi dan resolusi ini dapat menjadi agenda kerja bersama masyarakat sipil, pemerintah (legislatif, eksekutif, yudikatif), dan korporasi demi membangun kembali peradaban yang sudah diingkari oleh praktik korupsi dan  pandangan serta sikap yang permisif terhadap korupsi karena berbagai alasan.

Jakarta, 19 Maret 2013