Doa Perempuan Jelang PEMILU

Doa Perempuan Jelang PEMILU

jakarta, 6 Juli 2014

Kawan – kawan, anggota, pengurus dan Staff Koalisi Perempuan Indonesia.
Pemungutan Suara untuk pemilihan Presiden,
akan dilakukan pada hari Rabu, 9 Juli 2014
Sebagai organisasi yang berjuang untuk mewujudkan Keadilan dan Demokrasi
Kita, memiliki kepentingan untuk ikut menentukan pemimpin
yang akan memimpin bangsa ini dalam 5 tahun mendatang.
Kita, memiliki tanggung jawab moral agar reformasi yang telah kita perjuangkan terus berjalan, dan tidak pernah kembali ke jaman orde baru
Oleh karena pentingnya nasib Indonesia pada 5 tahun mendatang,
maka , saya menyerukan kepada, anggota, pengurus dan Staff Koalisi Perempuan Indonesia.
“JANGAN GOLPUT”, GUNAKAN HAK PILIHMU SECARA MERDEKA, BERMARTABAT, DAN JAGA SUARAMU.
Mari kita lewati seluruh proses pemilu ini dengan DAMAI

DOA PEREMPUAN MENJELANG PEMILU

Ya Allah ya Tuhanku,

Untuk kebaikan negriku dan masa depan anakku, aku memilih

Atas bimbinganmu, kutentukan pilihanku

Dengan lindunganmu, kupertahankan hakku untuk bebas memilih.

Ya Allah yang maha bijaksana

Jadikan aku pemilih yang bijak dan berdaya,

Yang memilih tanpa rasa takut dan tak terbeli oleh apapun.

Yang memilih dengan akal sehat dan mata bathin.

Ya Allah Penegak Kebenaran

Kutetapkan pilihanku, kuberikan suaraku pada

Pemimpin yang Jujur, sederhana, merakyat dan rendah hati,

yang menunjukkan sikap dan tindakan keutamaan,

sebagai pemimpin dan sebagai manusia.

Ya allah ya Tuhanku

Jagalah suaraku, dan jutaan suara saudaraku

Dari tindakan curang dan keji,

Yang menghilangkan, mengurangi atau menjadikan tidak sah

suara-suara kami.

Karena suara kami, adalah suara kebenaran.

Depok, 6 Juli 2014

Dian Kartika Sari

Salam
Dian Kartika Sari

Penerima Anugerah Swara Sarasvati 2014

Penerima Anugerah Swara Sarasvati 2014

Jakarta, 19 Juni 2014

Anugerah Swara Sarasvati 2014 adalah penghargaan Koalisi Perempuan Indonesia terhadap jurnalis dan media yang telah berperan dalam upaya untuk memberikan perlindungan kepada kaum perempuan lewat program-program pemerintah sepanjang tahun 2013-2014 melalui tulisan dan pemberitaan di media cetak, radio, media online dan media televisi.

Dewan juri yang dibentuk panitia bekerja untuk mengkaji karya jurnalistik yang telah dikumpulkan oleh panitia dalam rentang waktu Agusus 2013 s/d April 2014. Dalam rentang waktu 9 bulan panitia telah mengumpulkan sebanyak 1.896 berita baik berasal dari media cetak, radio, media online dan televisi dengan kata kunci perlindungan sosial

Dewan juri yang terdiri dari Dian Kartikasari, Heru Hendratmoko, Ignatius Haryanto, Iswati, dan Arswendo Atmowiloto telah menyeleksi dan menilai ribuan karya jurnalistik ini berdasarkan sistematika, bahasa dan isi/ sisi jurnalistik, aspek edukasi dan advokasi yang sesuai dengan muatan thema “Perempuan, Penghapusan Kemiskinan, dan Perlindungan Sosial”.

Penerima Swara Sarasvati Award 2014 :
1. Keluhan Mereka Tidak Pernah Didengar (Kompas 9 Januari 2014 oleh WHO)
2. Yang tertinggal BPJS (Antara, 2014)
3. Walikota Surabaya Tri Rismaharini: Anggaran Negara Cukup untuk Sejahterakan Rakyat (Suara Pembaruan 30 Agustus 2013 oleh P12)

Koalisi Perempuan Indonesia memberikan penghargaan kepada media yang telah banyak memberitakan tentang perempuan, penghapusan kemiskinan dan perlindungan sosial yaitu :
1. Kategori Media Cetak : Harian Jurnal Nasional
2. Kategori Radio : Radio Republik Indonesia
3. Kategori Media Online : Okezone.com

Selamat kepada seluruh penerima Anugrah Swara Sarasvati, kiranya penghargaan ini menjadi pemacu semangat untuk tetap berpihak pada upaya pemberdayaan perempuan dan mewujudkan keadilan dan kesetaran gender .

Salam Swara Sarasvati

admin

RELEASE

RELEASE

KOALISI PEREMPUAN INDONESIA
MENUNTUT CALON PRESIDEN INDONESIA PERIODE 2014-2019
MEWUJUDKAN TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PENYELENGGARAAN
PERLINDUNGAN SOSIAL YANG INKLUSIF, ADIL GENDER DAN MEMBERDAYAKAN
Pada hari ini, 25 April 2014 dalam rangka memperingati Hari Kartini,  Koalisi Perempuan Indonesia telah menyelenggarakan Seminar Nasional : Perlindungan Sosial dan Kepemimpinan Baru Paska Pemilu 2014. Seminar ini dikiuti oleh 125 peserta dari 13 provinsi (Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Jogyakarta, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara). Narasumber dalam Seminar ini adalah : Ibu Utin Kiswanti SE, MPM (Bappenas), Wiwik Afifah, MH (Koalisi Perempuan Indonesia wilayah Jawa Timur),  DR Robertus Robert (Akademisi) dengan moderator Irna (Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Bengkulu)
Dalam Seminar ini, Narasumber dan peserta sepakat bahwa Perlindungan Sosial, yang telah diatur dalam Undang-undang Dasar (UUD1945) merupakan Hak Warga Negara dan kewajiban Pemerintah Indonesia untuk melaksanakannya. Oleh karenanya, Perlindungan Sosial baik dalam bentuk Jaminan Sosial maupun Bantuan sosial, diselenggarakan secara terpadu, berkelanjutan dan memberdayakan. Perlu ada undang-undang dan sejumlah peraturan pelaksana serta lembaga penyelenggara yang menjamin kepastian hukum dan menjamin keberlanjutan program tersebut.
Ibu Utin Kiswanti (Bappenas) menyatakan bahwa pemerintah selama ini, telah memiliki niat baik untuk menyelenggarakan Perlindungan Sosial, dan berupaya terus menerus menyempurnakan kebijakan dan Program Perlindungan Sosial. Untuk itulah Pemerintah (dalam ini Bappenas beserta kementrian dan lembaga terkai) tengah menyusun dan menyempurnakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015-2019), yang di dalamnya memuat antara lain tentang Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial.  Saat ini sedang menyelenggarakan konsultasi sebagai upaya penyempurnaan dokumen dengan melibatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari sisi substansi, desain program maupun kelembagaan.
Robertus Robert (Akademisi) menyatakan bahwa Kebijakan dan penyelenggaraan Perlindungan Sosial harus mendasarkan pada realitas bahwa dalam masyarakat ini terdapat kelompok-kelompok sosial dan ekonomi yang berbeda-beda yang berhierarkhi dan tidak merata (plural dan inequal) , adanya Sistem Pasar yang mengandung ketaksetaraan dan ketidakpastian dan memiliki kemungkinan besar menimbulkan kirisis. Oleh karenanya Perlindungan sosial yang ideal harus meliputi tiga hal yaitu :1) jaminan sosial untuk mengatasi kerentanan berbasis siklus hidup dan kerentanan berbasis  faktor alam dan faktor pasar. 2) Sedangkan bantuan sosial untuk mengatasi ketidaknerdayaan dan untuk memberdayakan, dan 3)  Penataan pasar termasuk pasar ternaga kerja, agar terjadi distribusi keadilan. Disamping itu, reformasi birokrasi untuk mendukung dan menjamin agar perlindungan sosial tepat sasaran dan tepat waktu, mutlak harus dilakukan.
Wiwik Afifah menyatakan bahwa hasil penelitian Koalisi Perempuan Indonesia tentang akses perempuan miskin terhadap perlindungan sosial menyatakan  bahwa  program perlindungan sosial saat ini bersifat top down dan tidak melibatkan pemerintah daerah. Padahal banyak persoalan di tingkat daerah yang harus diatasi, agar perlindungan sosial dapat efektif dan tetap sasaran. Selama ini  perencanaan program perlindungan sosial masih belum melibatkan perempuan, sehingga persoalan-persoalan ketidakadilan gender tidak menjadi pertimbangan dalam penyusunan perencanaan tersebut, tertutama dalam hal penentuan target penerima manfaat. Perempuan juga tidak memperoleh cukup informasi tetntang kebijakan dan prosedur distribusi perlindungan sosial. Ketiadaan informasi ini mengakibatkan perempuan miskin tidak dapat mengadvokasi dirinya agar  memperoleh haknya atas perlindungan sosial.
Menjawab kegelisahan peserta seminar, tentang komitmen Presiden terpilih untuk periode 2014-2019, Bappenas menjelaskan bahwa tugas Bappenas adalah menyiapkan perencanaan-perencanaan, jangka panjang, menengah dan pendek. Bahwa jika nanti pada akhirnya nanti priesden terpilih meminta agar perencanaan tersebut menghubungkan dengan visi dan misinya, tentu akan dilakukan penyesuaian-penyesuaian.
Berdasarkan hasil Seminar ini, kami menuntut kepada Calon Presiden periode 2014-2019
1. Menunjukkan komitmennya terhadap penyelenggaraan Program Perlindungan sosial yang inklusif, adail gender, transformatif dan berkelanjutan
2. Komitmen terhadap penyelenggaraan Program Perlindungan Sosial tersebut harus diwujudkan dalam platform dan visi-misi calon presiden, yang disampaikan kepada publik, pada masa kampanye. Agar dapat dijadikan alat tagih bagi masyarakat, apabila telah terpilih menjadi presiden
3. Sebagai wujud dari pelaksanaan demokrasi dan otonomi pemerintahan di daerah, alam proses perencanaan, implementasi dan monitoring penyelenggaraan Program Perlindungan sosial harus dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat luas.
Demikian tuntutan ini disampaikan, agar menjadi perhatian bagi setiap pihak yang akan menjadi calon presiden
Jakarta 25 April 2014
Dian Kartikasari
Sekretaris Jenderal
Kaul Politik Perempuan

Kaul Politik Perempuan

Kaul Politik Perempuan

Tidak Berhenti sampai keadilan dan demokrasi terwujud

Jakarta, 24 April 2014

Dalam rangka memperingati hari Kartini , Koalisi Perempuan Indonesia didukung oleh OXFAM Indonesia menyelenggarakan Kaul Politik Perempuan yang dihadiri oleh 200 perempuan dan beberapa tokoh agama dan kepercayaan di Gedung Nyi Ageng Serang – Kuningan Jakarta. Acara yang digelar selama sehari ini menampilkan pembacaan surat kartini oleh Olin Monteiro, Gracia Asrining, Damaris Tnunay dan Pembacaan Puisi oleh Mami Dyah Bintarini.

Selain menampilkan tarian dari Kalimantan dan musik Nan Feng Nusantara yang dimotori oleh anak-anak muda Tionghoa yang sangat mencintai Indonesia dengan membawakan 3 lagi salah satunya medley lagu daerah.

Dalam orasi politiknya Dian Kartika Sari sekjend Koalisi Perempuan menyampaikan tentang Pentingnya etika politik dalam kepemimpinan untuk mewujudkan Keadilan dan Demokrasi . ( Naskah orasi dapat di download di [gview file=”http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2014/04/Buku_orasi-sekjen.pdf”]

Beberapa tokoh agama dan kepercayaan hadir dalam doa lintas iman antara lain berasal dari Penghayat Kapribaden, katolik, IJABI/Syiah, Protestan. Budha, Bahai , khonghucu dan Ahmadiyah.

Admin

Caleg Perempuan dan Perlindungan Sosial

Caleg Perempuan dan Perlindungan Sosial

Jakarta, 13 Februari 2014
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya perempuan, maka perlu ada keseriusan gerakan perempuan. Salah satunya adalah berperan aktif mewujudkan kepemimpinan perempuan. Hal ini tepat pada tahun politik dengan mewujudkan lembaga legislatif yang good governance. Oleh karena itu, KPI Jatim sebagai ormas perempuan mendorong terpenuhinya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif untuk memperjuangkan perlindungan sosial yang transformatif, inklusif dan adil gender dengan mengadakan serangkaian agenda. Salah satunya pendidikan pemilih, dialog publik dan temu konstituen yang mendatangkan caleg untuk berdiskusi bersama dengan anggota KPI serta warga masyarakat sekitar.

Dialog publik ini akan diselenggarakan di berbagai kota melalui cabang-cabang KPI hingga balai perempuan (di tingkat desa). Temu konstituen yg diselenggarakan bersama LSM WYDII (LSM yg telah ikut melakukan kursus pemenangan perempuan) diselenggarakan di Pasar Sentra Penjualan Ikan Bulak, Kenjeran – Surabaya pada Sabtu, 8 Februari pukul 10.00 hingga 12.00. Tujuan temu konstituen ini untuk mempertemukan anggota KPI dengan beberapa caleg potensial dalam menyampaikan visi misi dan meminta komitmen caleg serta anggota dalam mewujudkan masyarakat yg lebih adil sejahtera. Penyelenggaraan yang berada di pasar ikan, menarik masyarakat untuk ikut menyaksikan temu konstituen. Sehingga panwas turut hadir untuk memastikan bahwa agenda temu konstituen bukanlah kampanye partai politik.

Temu konstituen telah diikuti oleh 3 BP, diantaranya BP Bulak, BP Kenjeran dan BP Sukolilo. Warga tampak antusias dan aktif berdialog dengan 5 caleg yang diundang oleh KPI. Caleg tersebut adalah Hari Putri Lestari, S.H, M.H dari PDI-P dapil Jatim 1 dengan no.urut 4; Ir. Hj. Amelia Nirmalawaty, MP dari Golkar Dapil Jatim 1 dengan no.urut 3; Dra. Hj. Sri Utami, M.Si dari PAN dapil Jatim 1 dengan no.urut 3; Merry Simangasing, ST dari HANURA dapil Jatim 1 dengan no.urut 3 dan Erma Susanti, SE, M.Si dari PDI-P dapil Jatim 1 dengan no.urut 6. 

Saat sesi pembukaan yang dipandu oleh Eka Dian Savitri, S.Hum, MA sebagai moderator dari KPI Jatim, mengatakan bahwa ibu-ibu diharap berperan aktif dalam pemilu dengan menjadi pemilih yg anti money politik dan memilih perempuan berkompeten yang mampu membawa aspirasi perempuan demi mewujudkan kehidupan perempuan yang lebih baik.

Gayung yang bersambut, kelima caleg menunjukkan komitmennya dengan siap memperjuangkan perlindungan sosial yang ramah bagi perempuan. Seperti yang disampaikan oleh Bu Utami dan Bu Erma saat pembukaan. Hari Putri Lestari atau yang biasanya dipanggil Mbak Tari juga mengatakan, ” Karena saya adalah caleg DPR RI maka yang akan saya lakukan adalah lebih pada mengubah kebijakan yang pro terhadap perempuan termasuk perlindungan sosial dan memperbaiki sistem BPJS yang hari ini belum siap betul konsepnya”. Bu Mery pun menjelaskan bahwa latarbelakangnya yang dari dunia usaha membuatnya tidak hanya memperjuangkan perlindungan sosial tetapi juga mendorong perekonomian sosial sehingga ibu-ibu pun bisa lebih mandiri. Diakhir acara temu konstituen, ibu Amelia menyemangati ibu-ibu dengan memotivasi bahwa perjuangan perempuan bisa dari segala cara mulai dari lingkup keluarga dengan mendidik anak-anaknya hingga beraktivitas di luar.

Setiap caleg setelah berdialog, diminta berkomitmen untuk memperjuangkan perlindungan sosial yg bersifat menyeluruh tanpa memandang miskin, akan miskin, sangat miskin, tercatat krn ada KTP ataupun anak yang tidak memiliki orang tua. Selain itu juga memperjuangkan perlindungan sosial yang transformatif dimana hal ini menunjukkan kemudahan akses, aksesible, berlaku pd perempuan korban, dsb, serta besifat adil gender. Para anggota KPI juga berkomitmen untuk menjadi pemilih anti money politik yang juga akan mengawal suara caleg perempuan. Temu konstituen ditutup dg penandatanganan kontrak politik caleg.

Agenda terdekat adalah dialog publik Balai perempuan Manukan dan banjarsugihan tanggal 15 februari di TK.Harapan Bunda tandes surabaya. Agenda akan diikuti oleh beberapa caleg yang menyampaikan visi politiknya dalam mewujudkan perlindungan sosial. (Wik+eka)
 

Koalisi Perempuan Merespon Tahun Politik

Koalisi Perempuan Merespon Tahun Politik

Jakarta, 5 Februari 2014

Koalisi Perempuan Indonesia hari ini, 5 Februari 2014 meluncurkan Catatan Awal Tahun di Hotel Ibis Tamarin- Jakarta Pusat yang dihadiri oleh media dan jaringan. Dalam sambutannya Ibu Dian Kartikasari menyampaikan tentang kondisi tahun 2013 dalam bidang legislasi antara lain telah di sahkan UU Desa , yang masih belum berpihak kepada perempuan. Selain itu dalam pemaparannya menyampaikan tentang agenda dan sikap politik Koalisi Perempuan Indonesia dalam menghadapi PEMILU 2014 .

Ibu Luki Paramita (Presidium Nasional) mengatakan bahwa tahun 2014 juga merupakan tahun politik organisasi , karena Koalisi Perempuan akan mengelar Kongres Nasional IV yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-12 Desember 2014 di Jogjakarta, sebagai momen “Napak Tilas” dimana 16 tahun yang lalu Koalisi Perempuan lahir .

CAWALU adalah sebagai salah satu bentuk laporan dari Koalisi Perempuan Indonesia ke publik dan sebagai agenda tahunan yang selalu digelar.

admin

 

 

Pengumuman Peserta ToF Pendidikan Pemilih (VE)

Pengumuman Peserta ToF Pendidikan Pemilih (VE)

Jakarta, 30 Januari 2014

Hasil seleksi peserta ToF Pendidikan Pemilih Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi dapat di lihat pada :

[gview file=”http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2014/01/Pengumuman-Peserta-ToF-Pendidikan-Pemilih_30jan141.pdf”]

Selamat ..

admin

 

Lokakarya dan Temu Pakar

Lokakarya dan Temu Pakar

 

Membangun Konsep Perlindungan Sosial bagi Semua, adil gender dan Memberdayakan

 

Jakarta, 29 Januari 2014

Pertemuan Pakar untuk membangun konsep Perlindungan Sosial dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia dilaksanakan pada tanggal 28-29  Januari 2014 dihadiri oleh beberapa pakar antara lain Ibu Sri Kusumastuti Rahayu ( Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ) , Bapak Juni Thamrin (Direktur Popular Governance ), Ibu Vivi Yulaswati ( BAPPENAS), Prof PM Laksono ( UGM)  dan Bapak Handoko (REmDEC) sebagai fasilitator.

Juni Thamrin menyampaikan bahwa Perlindungan Sosial merupakan tanggungjawab negara untuk menjamin Warga Negara mendapatkan Perlindungan Sosial dengan berbasis Hak . Sementara Ibu Kus menyampaikan tentang Perlindungan Sosial dalam lingkup Rumah Tangga/Indvidu  terkait program yang ada saat ini seperti Pembagian Raskin, JAMPERSAL, BOS, BLSM.

Pertemuan digagas untuk bisa merumuskan konsep tentang perlindungan sosial baik dari segi nilai, standar dan juga sistem perlindungan sosial sehingga diperoleh draft awal tentang konsep perlindungan sosial bagi semua, adil gender dan meberdayakan yang dapat digunakan sebagai alat advokasi untuk masyarakat, khususnya perempuan miskin kata Dian Kartikasari ketika membuka kegiatan .

admin

Peningkatan Kapasitas Kader

Peningkatan Kapasitas Kader

Jakarta, 27 Januari 2014

Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi pada tanggal 4-7 Januari 2014 lalu telah menyelenggarakan Training of Fasilitator ( ToF) Pelatihan untuk Calon Anggota Legislatif Perempuan di Jakarta dan Makassar. Kegiatan di Jakarta diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa , sementara di Makassar di iikuti oleh kawan-kawan anggota se-Pulau Sulawesi, NTB, NTT dan Bali . Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak kader-kader fasilitator yang nantinya akan dapat memfasilitasi kegiatan Semiloka untuk Calon Anggota Legislatif Perempuan di 12 area Program MAMPU.  Proses pelatihan di Jakarta difasilitasi oleh Ibu Damaria Pakpahan dan Ibu Sutriyatmi, sementara di Makassar oleh Ibu Dian Kartikasari dan Ibu Rosniaty Azis.

Admin

 

Rapat Kerja Nasional V

Rapat Kerja Nasional V

Rapat Kerja Nasional V

Membangun komitmen bersama merebut kepemimpinan perempuan

 

Jakarta, 20 Januari 2014

 

Selama 5 (lima ) hari Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional ke V di Cisarua – Jawa Barat. RAKERNAS dihadiri oleh Pengurus Wilayah dari 14 Propinsi dan 16 Cabang yang belum terbentuk Wilayah. Rapat kerja yang berlangsung tanggal 15-20 Januari 2014 telah menghasilkan beberapa keputusan antara lain diterimanya laporan pengurus nasional, wilayah dan cabang tahun 2013 dan program kerja tahun 2014. Rapat Kerja dibuka oleh Pengurus Nasional .

RAKERNAS yang dihadiri 79 orang ini juga membahas persiapan Kongres Nasional ke IV yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2014. Selain pembahasan masalah-masalah organisasi. Yang tak kalah penting juga adalah pembahasan tentang tahun politik 2014 antara lain sikap politik Koalisi Perempuan Indonesia dalam menghadapai Pemilihan Calon Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden.

Sampai jumpa di Kongres Nasional IV .

 

admin