PERAN PENGELOLAAN KOMUNITAS

Peran ini mencakup kegiatan-kegiatan yang terutama dilakukan oleh kaum perempuan pada tingkat komunitas, sebagai perluasan peran reproduktifnya. Peran ini dilakukan untuk menjamin terpenuhinya dan terpeliharanya berbagai sumberdaya yang digunakan bersama namun yang keberadaannya terbatas seperti air bersih, pelayanan kesehatan dan pendidikan. Peran ini merupakan kinerja sukarela yang tidak dibayar, yang dilakukan di saat senggang, namun sangat penting bagi kelangsungan hidup rumahtangga

 

PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN

Adalah suatu strategi untuk memperbaiki taraf kehidupan perempuan yang muncul pada masa Dekade PBB untuk Perempuan (1975-1985) utamanya di dalam Konperensi tentang Perempuan Sedunia yang pertama tahun 1975. Strategi ini semata-mata hanya berfokus kepada bagaimana mengintegrasikan perempuan dalam pembangunan tanpa mempersoalkan pembagian kerja gender dan relasi gender yang tidak setara yang lebih banyak merugikan perempuan. Program-program dan proyek-proyeknya hanya terbatas pada kegiatan-kegiatan yang spesifik perempuan karena mereka didisain tanpa melakukan analisis gender terlebih dahulu dan tujuannya hanya untuk memenuhi kebutuhan praktis gender. Strategi ini juga cenderung menganggap perempuan sebagai penerima pasif pembangunan daripada sebagai pelaku aktif pembangunan dalam merubah kenyataan-kenyataan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang selama ini mereka alami.

 

PERENCANAAN YANG RESPONSIF GENDER

Perencanaan yang responsif gender adalah penggunaan dan pengintegrasian kerangka gender dan Pembangunan ke dalam keseluruhan siklus perencanaan pembangunan dari suatu proyek.Siklus suatu proyek yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dimana ditiap tahap tersebut partisipasi yang setara antara perempuan dan laki-laki terjadi sehingga kebutuhan-kebutuhan dan potensi-potensi mereka yang berbeda diperhatikan.

PERSPEKTIF GENDER

Menggunakan aspek gender untuk membahas atau menganalisis isu-isu di dalam bidang-bidang: politik, ekonomi, sosial, hukum, budaya, agama, psikologi untuk memahami bagaimana aspek gender tersebut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan, program, proyek, dan kegiatan-kegiatan. Dalam pembahasan tersebut dipelajari bagaimana faktor gender menumbuhkan diskriminasi dan menjadi perintang bagi kesempatan dan pengembangan diri seseorang.

 

PROFIL AKSES DAN KONTROL

Adalah alat untuk melakukan analisis gender yang membantu mengidentifikasikan ketidak-seimbangan akses dan kontrol atas berbagai sumberdaya oleh laki-laki dan perempuan, seperti Sumberdaya alam /materi (tanah, modal, peralatan, dan sebagainya). Pasar (sebagai pembeli dan penjual) Berbagai sumberdaya sosial-budaya (informasi, pendidikan, pelatihan, dsb.). Sumberdaya manusia (angkatan kerja, keterampilan,dan sebagainya)

 

MASKULIN, MASKULINITAS

Dalam kaitannya dengan diskursus mengenai gender, istilah ini memiliki konotasi otonomi, rasionalitas, kekuatan fisik, jarak emosional, bahkan kekerasan. Beberapa berpendapat bahwa dunia ini banyak didominasi oleh ciri-ciri yang maskulin dan hal tersebut perlu diimbangi oleh ciri – ciri yang feminin seperti kedamaian, cinta, perhatian, dan pengasuhan.

 

MANFAAT

Termasuk dalam manfaat adalah hal-hal praktis (uang atau pendapatan, pelatihan, kebutuhan-kebutuhan dasar, waktu, dsb.) dan hal – hal yang strategis (meningkatnya status sosial, kesempatan, contohnya dengan dimilikinya keterampilan dalam hal-hal tertentu ) yang dipunyai oleh laki-laki dan perempuan yang diperolehnya dari kegiatan-kegiatan produktif, reproduktif, dan sosial mereka. Manfaat-manfaat dari berbagai sumberdaya tersebut di atas, dan dari kegiatan-kegiatan pembangunan perlu diukur untuk memastikan adanya kesetaraan / ketimpangan gender dalam suatu kelompok atau komunitas.

 

KETERGANTUNGAN

Suatu keadaan tersubordinasi. Dalam isu-isu gender, ketergantungan biasanya digunakan untuk mendiskripsikan keadaan yang dialami oleh kaum perempuan yang tidak memiliki penguasaan (kontrol) atas sumberdaya ekonomi dan pengambilan keputusan. Dalam banyak negara-negara Selatan (negara-negara dunia ketiga), ketika pendapatan kaum perempuan (misalnya, dari pertanian atau kerajinan tangan) dirusak, kaum perempuan tergantung secara ekonomi dan tergantung dalam pengambilan keputusan. KOMUNITAS Sekelompok orang-orang yang memiliki ciri-ciri atau kepentingan yang sama, tinggal dalam suatu wilayah yang sama.