ToT Fasilitator Pelatihan Pengorganisasian

ToT Fasilitator Pelatihan Pengorganisasian

Training of Trainer

Fasilitator Pelatihan Pengorganisasian

Jakarta, 24 September 2013

“ Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ToT ini karena mengasyikkan dan membuat saya bertambah pengetahuan “ demikian kata salah satu peserta yang ditemui di sela-sela Training of Trainer Fasilitator Pelatihan Pengorganisasian yang diselenggarakan pada tanggal 16-21 September 2013 di Wisma PKK – Kebagusan – Jakarta Selatan.

Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta anggota Koalisi Perempuan Indonesia yang berasal mulai dari NTT sampai Aceh yang difasilitatori oleh Ibu Wardah dan Ibu Damaria Pakpahan . Semangat yang tinggi dan keinginan untuk belajar , pelatihan selama 5 hari ini sangat menarik dan memberi pembelajaran khususnya dalam memfailitasi Pelatihan. ToT ini diselenggarakan oleh Sekretariat Nasional dengan dukungan dari ICCO , yang bertujuan untuk bisa menghasilkan kader-kader yang nantinya diharapkan dapat menjadi fasilitator pelatihan CO Dasar.

admin

Pengumuman Rekrutmen Peserta ToT Pengorganisasian

Pengumuman Rekrutmen Peserta ToT Pengorganisasian

 

Pengumuman

Rekruitmen Peserta ToT Pengorganisasian

Nomor           : 058/ Internal/Setnas KPI/VI/2013

 

 

Sebagai organisasi massa gerakan, pengorganisasian merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan untuk mengembangkan organisasi baik secara jumlah keanggotaan maupun structural. Koalisi Perempuan Indonesia merupakan salah satu organisasi massa yang telah melakukan pengorganisasian sejak tahun 2000. Proses pengorganisasian yang dilakukan telah membawa hasil yang cukup positif meskipun masih membutuhkan pembenahan baik dari segi kualitas mapun tools dalam mencetak kader pengorganisasian.

 

Upaya pembenahan tersebut sampai saat ini masih terus dilakukan, seperti menyempurnakan kurikulum yang sudah ada menjadi modul pelatihan, memperbanyak fasilitator yang akan men-training kader dan sampai pada menyiapkan kelengkapan pelatihan. Harapannya upaya-upaya tersebut dapat memperkuat organisasi dan keanggotaan secara terus menerus.

 

Berdasarkan hal tersebut di atas, Sekretariat Nasional mengundang kader Koalisi Perempuan Indonesia untuk mengikuti Pelatihan untuk Pelatih Pengorganisasian dengan ketentuan sebagai berikut :

 

Syarat :

  1. Anggota Koalisi Perempuan Indonesia.
  2. Bersedia mengikuti ToT Pengorganisasian dari awal hingga akhir.
  3. Mengirimkan CV dan surat rekomendasi  sebagai calon peserta.
  4. Bersedia mengikuti ketentuan yang berlaku, baik dalam lembar teknis untuk peserta maupun kesepakatan dalam forum training.
  5. 5.      Bersedia memfasilitasi training CO di mana pun

 

Kriteria :

  1. Memahami AD ART Koalisi Perempuan Indonesia.
  2. Memahami pengorganisasian masyarakat.
  3. Memiliki pengalaman mengorganisir masyarakat.
  4. Memiliki pengalaman memfasilitasi pelatihan

 

Bagi anggota yang berminat, silahkan mendaftarkan diri dengan cara mengirimkan CV dan surat rekomendasi (form terlampir) kepada panitia dengan alamat koalisip1@yahoo.com, sekretariat@koalisiperempuan.or.id cc  yunani_aja@yahoo.com. Pendaftaran kami terima paling lambat pada tanggal 26 Juli 2013.

 

 

Peserta akan diseleksi oleh Tim Seleksi pada tanggal 1 – 2 Agustus 2013 dan hasil akan diumumkan pada minggu 19 Agustus 2013. Jika ada hal-hal yang kurang jelas, silahkan menghubungi kami melalui Yunani (0813 1040 4523 / 0818 0707 1268) atau Sutriyatmi (0813 8536 0592).

 

Bagi peserta yang terseleksi, panitia akan menghubungi lebih lanjut untuk mengikuti tahapan proses berikutnya. Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

 

Jakarta, 26 Juni 2013

 

 

 

Dian Kartikasari, SH

Sekretaris Jenderal

 

 

Profil BP DEWI SARTIKA – KPI CABANG SIKKA

Profil BP DEWI SARTIKA – KPI CABANG SIKKA

Sekilas …………….
Dewi Sartika Masa Kini
(Profil BP DEWI SARTIKA –KPI CABANG SIKKA)

Dewi sartika…
salah satu pejuang pendidikkan perempuan Indonesia…
yang hidup dalam kurun waktu 1884-1947….

Dewi sartika kini telah tiada….
tapi semangatnya telah menitis dalam diri Ibu-ibu di BP DEWI SARTIKA Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Sikka …..

1

Mereka terbelit dalam berbagai masalah ekonomi rumah anggota….
BELUM LAGI Beban ganda sebagai istri…ibu….dan penopang nafkah keluarga….

Mereka tak pernah surut dalam berjuang….Sekretariat BP…adalah tempat berdiskusi….serta mencari solusi kehidupan pribadi dan peliknya kebersamaan dalam berorganisasi….masalah klasik bagi semua organisasi adalah kendala keuangan….tapi kendala ini tak melemahkan mereka untuk berjuang…kendala ini justru dijadikan sebagai salah satu motivasi untuk berkumpul dan berjuang bersama……menurut ibu Meri Jano “sang nakhoda” kapal Dewi sartika….bahwa mereka harus berusaha menghidupi organisasi dari sisi keuangan(belum memiliki kas) dan juga sebagai salah salah satu cara mewadahi dan mengembangkan talenta yang dimiliki ibu-ibu sehingga dapat menghasilkan Sesuatu yang dapat mendukung kehidupan ekonomi rumah tangga…..

Tutur Koodinator kelompok kepentingan Miskin Kota (Ibu Ester Kartini)….”kami mencari dana dengan cara membuat berbagai makanan
2 dari bahan local seperti ubi kayi,daun ubi,jagung dan kacang-kacangan…dalam kelompok kepentingan Miskin Kota ,sebagian besarnya adalah buruh cuci rumah tangga …yang diupah sangat minim…sehingga istilah “kais pagi,makan pagi”…itu sangat tepat untuk ibu-ibu dalam kelompok ini….sehingga dengan mencari dana bersama…terasa sedikit meringankan beban ekonomi rumah tangga….suatu pemandangan yang miris…ketika seorang ibu,menciumi toples berisi uang 80 ribu…yang dirasa sangat luar biasa hasil jualan di suatu senja….

 

3Kegiatan ini diawali dengan “aksi nekad”bendahara BP…. Bendahara menjadi “garda”depan mewujudkan inisiatif fundraising….dengan modal awal dari uang pribadi bendahara
(Ibu Patris)….aksi ini seperti gayung bersambut,ketika sukses ada di depan mata…setiap kelompok kepentingan membuat program untuk mencari dana…kemudian sebagai modal dari kelompok kepentingan mengumpulkan modal dan membeli bahan dan mengoalh bersama-sama dan dijual di Balai dewi sartika,….tempat jualan mereka berada di depan rumah Ibu ester kartini(Koordinator kelompok kepentingan miskin kota)

 

Di “tedang” inilah (bahasa daerah setempat untuk menyebut meja dari bambu) sejuta harap tertumpu…harap agar dapur tetap berasap…harap agar roda organisasi tetap jalan…memang uang bukanlah segala-galanya…tapi

4

 

 segala-galanya butuh uang…..

“tedang” ini dikerjakan secara sukarela oleh suami dari Ibu ester kartini(Koordinator kelompok kepentingan Miskin kota )…
tedang… saksi bisu perjuangan perempuan dan juga saksi dukungan dari para suami yang ingin para istri
ditempatkan dalam posisi ”terhormat”

5Inilah sebagian suami dari para ibu-ibu BP Dewi Sartika yang sangat mendukung kegiatan istri mereka.. gambar ini diambil saat acara intern BP (28 April 2012)…acara refreshing di alam bebas…diisi dengan cerdas cermat tentang pengetahuan per”KPI”an dan pengetahuan umum tentang perempuan dan anak….

Para suami mensupport kegiatan istri dengan menyerahkan kado untuk ‘sang juara”…bahkan para suami yang baik ini,ingin sekali-kali mengikuti pertemuan KPI6…mereka ingin tahu,apa yang dibicarakan/didiskusikan istrinya saat di BP,…tentu dengan maksud baik untuk memberi ide,jika dibutuhkan…..

7Diceritakan pula oleh ibu maria Feni Polu (Koordinator kelompok kepentingan sector informal ) bahwa setiap anggota kelompok kepentingan dikontrol oleh dewan kelompok kepentingan atau coordinator KKP-nya untuk mengambil bagian mulai dari belanja,pengolahan,sampai promosi…penjualan dan mengantar ke rumah konsumen….Konsumen terdiri dari Masyarakat setempat dari RT sampai kelurahan ,LSM (Yakestra) sahabat KPI (JPIC) dll

program ini berjalan cukup baik…karna manajemen yang sederhana tapi terarah…misalnya dibuat pengaturan jadwal dan menu…
Ini adalah Jawal dan menu yang terpampang di “bale-bale”KPI

Menu

Mereka telah memulai….langkah mereka tertatih…tapi tekad mereka….langkah ini tak boleh berhenti…karna satu keyakinan…banyak sahabat yang  dijumpai dalam setiap tapak mereka ,,,,yang siap mendukung mereka untuk tetap maju menggapai kehidupan yang adil dan demokratis…..

Pengalaman Balai Perempuan Dewi Sartika – Cabang Sikka

Pengalaman Balai Perempuan Dewi Sartika – Cabang Sikka

Sekilas …………….

Dewi Sartika Masa Kini

(Profil BP DEWI SARTIKA –KPI CABANG SIKKA)

 

Dewi sartika…salah satu pejuang pendidikkan perempuan  Indonesia…yang hidup dalam kurun waktu 1884-1947….

Dewi sartika kini telah tiada….tapi semangatnya telah menitis…dalam diri Ibu-ibu  di BP DEWI SARTIKA  Koalisi Perempuan Indonesia ..Cabang Sikka …..

 

Mereka terbelit dalam berbagai masalah ekonomi rumah anggota….

BELUM LAGI Beban ganda sebagai istri…ibu….dan penopang  nafkah  keluarga….

Mereka tak pernah surut dalam berjuang….Sekretariat BP…adalah tempat berdiskusi….serta mencari solusi kehidupan pribadi dan peliknya kebersamaan dalam berorganisasi….masalah klasik bagi semua organisasi adalah kendala keuangan….tapi kendala ini tak melemahkan mereka untuk berjuang…kendala ini justru dijadikan sebagai salah satu motivasi untuk berkumpul dan berjuang bersama……menurut ibu Meri Jano “sang nakhoda”  kapal Dewi sartika….bahwa  mereka harus  berusaha menghidupi organisasi dari sisi  keuangan(belum memiliki kas) dan juga sebagai salah salah satu  cara mewadahi dan mengembangkan talenta yang dimiliki ibu-ibu  sehingga dapat menghasilkan Sesuatu yang dapat mendukung kehidupan ekonomi rumah tangga…..

 

 

Tutur  Koodinator kelompok kepentingan  Miskin Kota  (Ibu Ester Kartini)….”kami mencari dana dengan cara  membuat berbagai makanan dari bahan local seperti ubi kayi,daun ubi,jagung dan kacang-kacangan…dalam kelompok kepentingan  Miskin Kota  ,sebagian besarnya adalah buruh cuci rumah tangga …yang diupah sangat minim…sehingga  istilah “kais pagi,makan pagi”…itu sangat tepat untuk ibu-ibu dalam kelompok ini….sehingga dengan  mencari dana bersama…terasa sedikit meringankan beban ekonomi rumah tangga….suatu pemandangan yang miris…ketika seorang ibu,menciumi toples berisi uang 80 ribu…yang dirasa sangat luar biasa hasil jualan di suatu senja….

Kegiatan ini diawali dengan “aksi nekad”bendahara  BP…. Bendahara  menjadi “garda”depan mewujudkan inisiatif fundraising….dengan modal awal dari uang pribadi bendahara

(Ibu Patris)….aksi ini seperti gayung bersambut,ketika sukses ada di depan mata…setiap kelompok kepentingan membuat program untuk mencari dana…kemudian sebagai modal dari kelompok kepentingan mengumpulkan modal dan membeli bahan dan mengoalh bersama-sama dan dijual di Balai dewi sartika,….tempat jualan mereka berada di depan rumah Ibu ester kartini(Koordinator kelompok kepentingan miskin kota)

 

Di “tedang” inilah (bahasa daerah setempat untuk menyebut meja dari bambu) sejuta harap tertumpu…harap agar dapur tetap berasap…harap agar roda organisasi tetap jalan…memang uang bukanlah segala-galanya…tapi segala-galanya butuh uang…..

 

“tedang” ini dikerjakan secara sukarela oleh suami dari Ibu ester kartini(Koordinator kelompok kepentingan Miskin kota )…

tedang… saksi bisu perjuangan perempuan dan  juga saksi dukungan dari para suami yang ingin para istri ditempatkan dalam posisi ”terhormat”

 

Inilah  sebagian suami dari para ibu-ibu BP Dewi Sartika yang sangat mendukung  kegiatan istri mereka.. gambar ini diambil saat acara intern BP (28 April 2012)…acara refreshing di alam bebas…diisi dengan cerdas cermat tentang pengetahuan per”KPI”an dan pengetahuan umum tentang perempuan dan anak….

 

 Para suami mensupport kegiatan istri dengan menyerahkan kado untuk  ‘sang juara”…bahkan  para suami yang baik ini,ingin sekali-kali mengikuti pertemuan KPI…mereka ingin tahu,apa yang dibicarakan/didiskusikan  istrinya saat di BP,…tentu dengan maksud baik untuk memberi  ide,jika dibutuhkan…..

 

 diceritakan pula oleh  ibu maria Feni Polu (Koordinator kelompok kepentingan sector informal ) bahwa setiap anggota kelompok kepentingan dikontrol oleh dewan kelompok kepentingan atau coordinator KKP-nya untuk mengambil bagian mulai dari belanja,pengolahan,sampai promosi…penjualan dan mengantar ke rumah konsumen….Konsumen terdiri dari Masyarakat setempat dari RT sampai kelurahan ,LSM (Yakestra) sahabat KPI  (JPIC) dll

 

program ini berjalan cukup baik…karna manajemen yang sederhana tapi terarah…misalnya dibuat pengaturan jadwal dan menu…

Mereka telah memulai….langkah mereka tertatih…tapi tekad mereka….langkah ini tak boleh berhenti…karna satu keyakinan…banyak sahabat yang  dijumpai dalam setiap tapak mereka ,,,,yang siap mendukung mereka untuk tetap maju menggapai kehidupan yang adil dan demokratis….. 

Kongres Wilayah III DKI Jakarta

Kongres Wilayah III DKI Jakarta

Pada tanggal 9-10 November 2012 , Koalisi Perempuan Indonesia wilayah DKI Jakarta mengadakan Kongres Wilayah III yang dilaksanakan di Wiswa PKBI Jakarta. Kegiatan Kongres diawali dengan Seminar  sehari mengambil tema “ Peran Masyarakat Sipil dalam mendukung Keterwakilan Perempuan pada PEMILU 2014.  Dalam seminar yang dihadiri oleh kurang lebih 90 orang dari unsure anggota, LSM, organisasi massa, dan juga partai politik ini telah menghadirkan 3 orang narasumber dari KPU DKI Jakarta, Anggota Legislatif Perempuan DPRD DKI Jakarta dan juga dari unsur  masyarakat Sipil.

 

Dalam pemaparannya Ibu Merry Hotma anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta menyampaikan bahwa pada PEMILU 2014 ini diprediksi banyaknya massa mengambang (swing voters) yang akan berperan. Selain itu beliau juga menyampaikan bagaimana memenangkan CALEG Perempuan , bagaimana juga membangun dan memperkuat jaringan organisasi perempuan.

 

Sementara itu Ibu Dahlia Umar Ketua KPUD DKI Jakarta yang telah sukses melakukan PILKADA GUbernur DKI Jakarta juga menyampaikan beberapa hal tentang peran KPU dalam meningkatkan keterwakilan perempuan.  Ada usulan menarik yang disampaikan oleh Bapak Sugeng Bahagijo yang menyampaikan materi tentang peran masyarakat sipil dalam meningkatkan keterwakilan perempuan yaitu tentang adanya audit Audiot Parpol dan Audit Parlemen yang harus dilakukan .

 

Dalam kongres wilayah III Koalisi Perempuan Indonesia DKI Jakarta yang dihadiri oleh 68 anggota yang berasal dari 9 Balai Perempuan ini berlangsung lancar dan telah memilih sdr Nunung Fatma sebagai sekretaris Wilayah DKI Jakarta Periode 2012 – 2016 . Selain itu terpilih 9 Presidium wilayah yang mewakili 9 kelompok kepentingan yaitu :

1. Kelompok kepeningan Ibu rumah tangga                    : Sumarni.

2. Kelompok kepentingan miskin kota                             : Sri wahyuningsih.

3. Kelompok kepentingan pedila                                      : Susi N. Feriana.

4. Kelompok kepentingan lansia                                      : Mustingah.

5. Kelompok kepentingan difable                                    : Hernawati.

6. Kelompok kepentingan anak perempuan marjinal              : Maryam.

7. Kelompok kepentingan nelayan                                  : Nurdiana.

8. kelompok kepentingan janda,                                      : Rosa
perempuan kepala keluarga & lajang

9. kelompok kepentingan profesional                              : Chinthia anggriana
Dalam pidado politiknya Nunung Fatma menyampaikan akan bekerja bersama untuk keberlanjutan organisasi. Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ibu Dian Kartikasari sebagai Pengurus Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi. (by)

 

Koalisi Perempuan Cabang Indramayu Tolak Kenaikan Harga BBM

Koalisi Perempuan Cabang Indramayu Tolak Kenaikan Harga BBM

Koalisi Perempuan Indonesia Tolak Kenaikan Harga BBM

Rabu, 28 Maret 2012, 17:11 WIB

 

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU –- Aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah dilakukan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, giliran kaum perempuan yang menyampaikan penolakan rencana tersebut. Hal itu seperti yang dilakukan puluhan massa dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).

Massa yang seluruhnya terdiri dari kaum perempuan itu menyampaikan aspirasinya dengan berunjuk rasa di depan gedung DPRD Indramayu, Rabu (28/3). Mereka menilai, kenaikan harga tersebut akan semakin memperberat beban ekonomi keluarga.

‘’Yang paling merasakan dampak dari kenaikan harga BBM adalah ibu rumah tangga,’’ ujar salah seorang korlap, Iswatun Hasanah.

Menurut Iswatun, kenaikan harga BBM akan menurunkan daya beli masyarakat. Dampaknya, setiap keluarga akan kesulitan memperoleh makanan bergizi bagi anak-anak.

Dalam aksi tersebut, massa pun menghadiahi anggota dewan dengan sejumlah peralatan dapur. Seperti kayu bakar, dangdang, maupun panci. Hal itu sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap keputusan pemerintah menaikan harga BBM.

Salah seorang anggota dewan yang menemui pengunjuk rasa, Saepudin, mengaku dapat memahami aspirasi yang disampaikan para ibu-ibu itu. Dia pun berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI.

Redaktur: Heri Ruslan

Reporter: Lilis Sri Handayani

Sumber : Republikaonline

Monitoring dan Evaluasi Community Organizer Nusa Tenggara Barat

Monitoring dan Evaluasi Community Organizer Nusa Tenggara Barat

Mataram, 1 November 2011

Kegiatan monitoring dan evaluasi Community Organizer ( CO ) dilakukan di Mataram pada 31 Oktober s/d 2 November 2011. Setelah 3 bulan lalu diadakan pelatihan CO untuk memperkuat organisasi Koalisi Perempuan Indonesia di wilayah Nusa Tenggara Barat khususnya. Kegiatan yang di fasilitasi oleh Ibu Damairia Pakpahan ( presidium Nasional ) ini dimaksudkan untuk melihat perkembangan yang telah dilakukan pasca para CO melakukan kegiatan di daerah masing-masing selama 3 bulan. Kegiatan ini di dukung oleh OXFAM Australia dan diadakan di Hotel Manna Giri Putri.

 

 

 

 

 

Konfrensi Cabang Sumbawa Besar & Pendidikan Kader Dasar

Konfrensi Cabang Sumbawa Besar & Pendidikan Kader Dasar

Sumbawa besar adalah salah satu kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Barat yang pada tanggal 19 Agustus 2011 menyelenggarakan konfrensi cabang yang pertama. Bertempat di gedung Aula Universitas Samawa konfrensi cabang Sumbawa Besar diawali dengan seminar untuk memperkenalkan Organisasi Koalisi Perempuan Indonesia. Konfrensi cabang pertama ini dihadiri oleh sekiatr 100 anggota yang berasal dari Balai Perempuan yang ada di Sumbawa Besar .

Setelah melalui Proses persidangan dan diskusi dalam konfercab maka terpilih kepengurusan cabang Sumbawa Besar periode 2011 – 2014 yang memilih Yusraneti sebagai Sekretaris Cabang dan 9 Dewan kelompok Kepentingan yang terdiri dari Elly Karmely ( Buruh Migran), Sovia Noviantry Rayes ( Profesional ), Fitri Andriani ( Pemuda, pelajar dan mahasiswa ), Yuli Indra Dewi ( Ibu Rumah Tangga ), Buniara ( perempuan miskin kota), Mastari ( lansia )Fitri Nuryasari ( Masyarakat adat ), Wardatul jannah (Miskin desa ) dan Nuraini ( pesisir dan nelayan ), pada saat itu juga langsung dilakukan pelantikan oleh pengurus wilayah NTB.

Sebagai langkah awal untuk membentuk kader yang militan pada tanggal 25 September 2011 di selenggarakan pendidikan kader dasar berlangsung di Gedung Olah raga Mampis Runggan Sumbawa Besar.  Pendidikan diikuti oleh 30 anggota yang berasal dari 3 balai Perempuan dan difasilitasi oleh Dian Aryani salah satu Presidium wilayah NTB.

 

Konfrensi Cabang Kabupaten Bandung

Konfrensi Cabang Kabupaten Bandung

Konferensi cabang Kabupaten Bandung dilaksanakan pada tanggal 17 September 2011 dan dihadiri oleh 57 peserta. Kegiatan konfrensi diawali dengan seminar menghadirkan Bupati Kabupaten Bandung yang berbicara tentang Tantangan dan peluang dalam pencapaian target MDGs melalui percepatan Pencapaian MDGs di Kabupaten Bandung.

Setelah melalui sidang – sidang dalam konfrensi cabang maka terpilih pengurus Cabang 2011-2014 adalah Ibu Heti sebagai Sekretaris Cabang Kabupaten Bandung dan dewan kelompok kepentingan sebagai berikut :

Ibu Rumah Tangga                              : Wiwin W

Lansia                                                  : Tuti Ks

Pemuda pelajar dan mahasiswa        : Siti Jubaedah

Profesional                                          : Teti Haryati

Informal                                              : Nurela

Lajang, janda dan kepala keluarga    : Hani

Buruh                                                  : Cicin Cintawati

Selamat Bekerja untuk kemajuan organisasi ..

sumber : laporan Konfercab