Rapat Kerja Nasional 2016 Koalisi Perempuan Indonesia

Rapat Kerja Nasional 2016 Koalisi Perempuan Indonesia

Jakarta-Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi mengadakan Rapat Kerja Nasional pada 20-24 Januari 2016. Rapat Kerja Nasional 2016 dihadiri oleh 85 orang yang terdiri dari pengurus nasional, pengurus dari 14 wilayah, dan pengurus dari 14 cabang. Rapat Kerja Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi dipimpinan oleh Pimpinan Sidang Tetap yang terdiri dari Desy Khairani, Darwini, Wilhelmina Mali Dappa, Yusrawati, dan Oki Rambu Padu.

ketua sidang

Rapat Kerja Nasional 2016 telah membahas mengenai refleksi atas visi dan misi organisasi. Selain itu juga menghasilkan beberapa keputusan antara lain:

  1. Diterimanya laporan pengurus nasional yang disampaikan oleh Dian Kartikasari (Sekretaris Jendral) dan Destika Gilang L. (perwakilan Presidium Nasional).DSC_0914
  2. Diterimanya laporan pengurus wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I. Jogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara.
  3. Diterimanya laporan pengurus cabang Kota Tangerang-Banten, Palembang-Sumatera Selatan, Pontianak-Kalimantan Barat, Tarakan-Kalimantan Utara, Mamuju- Sulawesi Barat, Ngada-Nusa Tenggara Timur, Sikka-Nusa Tenggara Timur, Sumba Tengah-Nusa Tenggara Timur, Sumba Barat Daya-Nusa Tenggara Timur, Manado-Sulawesi Utara, Minahasa Selatan-Sulawesi Utara, Munahasa Utara-Sulawesi Utara, Minahasa-Sulawesi Utara, Tomohon-Sulawesi Utara.
  4. Analisa Kerangka Kerja Logis tahun 2016 sebagai landasan kerja organisasi Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi dalam Rapat Kerja Nasional periode 2014-2019.tulis

Menciptakan Pemimpin-Pemimpin Perempuan

Menciptakan Pemimpin-Pemimpin Perempuan

Sesuai data Koalisi Perempuan Indonesia per Desember 2014, Koalisi Perempuan Indonesia memiliki anggota 39.165 orang yang terorganisir dalam 18 Kelompok Kepentingan di 917 Balai Perempuan. Sebagai organisasi gerakan, memiliki kader handal dalam jumlah besar merupakan kebutuhan mutlak agar organisasi dapat berjalan di semua tingkatan. Di samping itu organisasi juga memiliki kepentingan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin perempuan yang dapat mengisi posisi-posisi strategis di lembaga perumus kebijakan dan pengambilan keputusan. Kebutuhan kader dari tingkatan Balai Perempuan, Cabang, Wilayah dan Nasional, salah satunya bisa dipenuhi melalui pendidikan kader berjenjang.

DSC_0094 (2)

Pengkaderan secara berjenjang  dilakukan Koalisi Perempuan Indonesia bertujuan untuk mencetak kader-kader organisasi yang memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan yang dibutuhkan organisasi sesuai masing-masing jenjang kader, dimulai dari Pendidikan Kader Dasar, Pendidikan Kader Menengah hingga Pendidikan Kader Lanjut, dimana masing-masing menjadi tanggung jawab secretariat organisasi secara berjenjang pula dalam penyelenggaraan dan monitoringnya. Pendidikan Kader Lanjut sebagai level pendidikan kader tertinggi menjadi tanggung jawab Sekretariat Nasional. Pendidikan Kader Lanjut tahun ini dilaksanakan pada bulan 21 November 2015 – 1 Desember 2015 bertempat di Jakarta.

DSC_0299

Kader Lanjut adalah kader organisasi yang bertanggung jawab mengawal dan mewujudkan  visi misi organisasi berpegang pada asas, nilai dan prinsip yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi. Selain itu sebagai kader lanjut diharapkan mereka mampu menjadi pemimpin yang mencetak kader-kader di bawahnya, dalam hal ini khususnya kader lanjut, menjadi kader yang mampu menyusun strategi dan melakukan advokasi di tingkat nasional dan internasional, menjadi pemimpin yang berperspektif feminis dan siap menjadi agen perubahan social. Ketrampilan sebagai fasilitator dan narasumber juga idealnya dimiliki oleh kader dalam level ini.

DSC_0232

Pendidikan Kader Lanjut Koalisi Perempuan Indonesia 2015 diselenggarakan untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya pada tahun 2011 dan 2006. Momentum 2015 sangat tepat, melihat jumlah kader menengah yang dimiliki organisasi sudah semakin banyak dan kebutuhan organisasi untuk melakukan advokasi di tingkat nasional dan internasional juga semakin meningkat. Saat ini organisasi telah mendidik sejumlah 171 orang kader dalam Pendidikan Kader Menengah dari berbagai wilayah, ditambah dengan anggota yang dapat mengikuti matrikulasi untuk pengkaderan di level menengah tersebut.



PENGUMUMAN  Pendidikan Kader Lanjut 2015

PENGUMUMAN Pendidikan Kader Lanjut 2015


Salah satu hal yang dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi adalah peningkatan kapasitas anggota. Pada 20-30 November 2015 Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi akan melaksanakan Pendidikan Kader Lanjut sebagai bagian dari peningkatan dan penguatan kader  Koalisi Perempuan Indonesia di tingkat Nasional dan Internasional.

Setelah melakukan pendaftaran dan mengirim persyaratan ke Sekretariat Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi mulai tanggal 20 September-20 Oktober 2015, berikut nama-nama anggota aktif Koalisi Perempuan Indonesia yang LULUS SELEKSI untuk menjadi Peserta Pendidikan Kader Lanjut 2015

No. Nama Wilayah / Cabang Alamat
1 Agustina Paji Jiara Cabang Sumba Tengah Umbu Pabal Selatan – Sumba Tengah
2 Anita Rachman Wilayah Sultra Kendari
3 Evany Claura Yanti Wilayah Aceh Aceh Besar
4 Desy Khairani, SH Cabang Pontianak Pontianak
5 Eli Mayana Cabang Lhokseumawe (Aceh) Lhokseumawe
6 Kartini  R. SP Wilayah Bengkulu Bengkulu
7 Halimah Ginting Wilayah DIY DIY
8 Lilik Agustiyaningsih Wilayah NTB NTB
9 Maspa, S.Sos Wilayah Sulawesi Tengah Palu
11 Oki Rambu Padu Cabang Sumba Tengah Sumba tengah  NTT
13 Rinawati Cabang Banda Aceh Banda Aceh
14 Rulia Iva Dhalina Wilayah Jawa Tengah Banjarnegara – Jateng
15 Selly E Sembiring Wilayah NTB Mataram – NTB
16 Serlina Cabang Kota Kupang Kota Kupang
17 Ulfa Mahfudz Wilayah Jambi Jambi
18 Wa Ode Deli Yusniati Wilayah Sultra Kendari
19 Destika Gilang Presnas PPM Aceh
20 Farida Malurung Minahasa Utara Minahasa
21 Linarti Setnas Jakarta
22 Hidayatut Toyyibah Setnas Jakarta
23 Indry Oktavia Setnas Jakarta

 

Selanjutnya nama-nama di atas akan dihubungi panitia pelaksana PKL untuk kesiapan keberangkatan peserta dari daerah asal ke tempat palaksanaan.

Sampai jumpa di Jakarta!

Workshop Hasil Kompilasi Assesment Perlindungan Sosial & Kelompok Kepentingan

Workshop Hasil Kompilasi Assesment Perlindungan Sosial & Kelompok Kepentingan

DSC_0527Jakarta-Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi mengadakan workshop selama dua hari 24-25 Oktober 2015 di Depok. Workshop diikuti oleh 12 Wilayah dan 3 cabang yang telah menyelenggarakan assesment perlindungan sosial dan kelompok Kepentingan selama periode Februari – Mei 2015 sebanyak 40 orang dan dibuka oleh Sekjend Ibu Dian Kartikasari.

Workshop dua hari ini melihat hasil assesment dari semua wilayah dan cabang terkait dengan kebutuhan perlindungan sosial di masing-masing kelompok kepentingan dan membahas juga bagaimana strategi dan apa yang akan dilakukan untuk mencapai impian yang diinginkan. Peserta melakukan diskusi kelompok berdasarkan 4 region dan mendiskusikan dalam 4 aspek yaitu penghidupan yang layak, pendidikan, kesehatan dan lingkungan yang berkelanjutan. (by)

DSC_0584

Data Angka Kematian Ibu Jauh dari Realitas

Data Angka Kematian Ibu Jauh dari Realitas

 

Surabaya – Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi menyelenggarakan workshop penulisan dan kompilasi hasil assesment pada tanggal 10-13 September 2015 di Surabaya. Kegiatan diikuti oleh 26 peserta dari area penelitian yaitu Kabupaten Sumenep – Jawa Timur, Kabupaten Parigi Moutung – Sulawesi Tengah, Kabupaten Sumba Timur – NTT, Kabupaten Indramayu- Jawa Barat dan Kabupaten Labuhan Batu – Sumatera Utara.

Salah satu hal yang menjadi prioritas pemilihan lokasi adalah Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi di daerah tersebut. Hasil asessment yang dilakukan di 5 kabupaten ini masih tinggi , dan data yang diperoleh pada awal sebelum penelitian dan diakhir penelitian berbeda , misal di Labuhan Batu data AKI sebanyak 14 orang, “setelah turun kelapangan data menjadi 16 orang,” ujar Ratna Dewi salah satu peneliti.

Dari assesment juga diperoleh layanan yang diperoleh masih sangat minim, kurangnya sarana prasarana di fasilitas kesehatan tingkat 1 juga masih dikeluhkan misalnya di Indramayu dan labuhan Batu , tersedia ambulans namun tidak ada sopirnya. Letak Puskesmas yang jauh dan jalan yang rusak menjadi salah satu kendala dalam penurunan AKI. Berdasarkan assesment salah satu penyebab Angka Kematian Ibu adalah pendarahan , hal ini karena masih ada kendala prasarana jalan dan transportasi dari rumah ke faskes. Selain itu, masalah kurangnya persediaan darah di daerah, misalnya di Sumba Timur tersedia unit transfusi darah namun belum ada Palang Merah Indonesia .

Dari workshop ini juga menelurkan ide adanya bank darah di setiap wilayah/area Balai Perempuan Indonesia dan penyediaan informasi tentang kesehatan reproduksi, lebih khusus lagi upaya pencegahan pernikahan dini dan untuk advokasi ke depan adalah pentingnya Undang-Undang Perlindungan Sosial dan UU Kepalangmerahan.

 

(By)

 

Kongres Nasional IV

Kongres Nasional IV

Kongres Koalisi Perempuan Indonesia Berlangsung 8-12 Desember 2014 di Pasar Seni Gabusan
9 Desember 2014 – oleh suarapemudajogja 0
DSC_0059

BANTUL -Setelah enam belas tahun reformasi terjadi, pemberdayaan untuk meningkatkan peran dan kedudukan perempuan, dihadapkan pada situasi paradoksal. Disatu sisi terjadi berbagai kemajuan, namun disisi lain justru terjadi kemunduran yang mengakibatkan keterpurukan perempuan. Inilah yang mendasari pelaksanaan Kongres Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi untuk yang pertama kali berhasil menetapkan asas perjuangannya, yaitu Pancasila dan Hak-Hak Perempuan dengan prinsip-prinsip Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Keadilan Gender dan Non Diskriminasi. Asas organisasi inilah yang digunakan sebagai landasan untuk mewujudkan visi “Terwujudkan kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang demokratis, sejahtera dan beradab” jelas Sutriyatmi, ketua panitia kongres KPI senin (8/12) di Gabusan Bantul.

Tahun 2014 ini, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggadakan Kongres Nasional IV yang akan dihadiri oleh 1900 anggotanya dari seluruh Indonesia. Kongres ini mengangkat tema “Perempuan Mandiri, Perempuan Memimpin”, dengan salah satu tujuannya untuk melakukan evaluasi dua windu perjuangan Koalisi Perempuan Indonesia ujar Dian Kartika Sari Sekjen KPI.

“Selain itu kongres ini juga memiliki maksud untuk menjalankan mekanisme demokrasi organisasi dalam perumusan arah perjuangan perempuan dan kepemimpinan organisasi. Memberi pengakuan terhadap kader organisasi sebagai Perempuan Mandiri, Perempuan Pemimpin. Menyediakan ruang belajar dan berbagi pengetahuan sesama perempuan, serta meningkatkan ketrampilan bagi perempuan,” jelas Dian.

Dijelaskan Dian, kongres ini bertujuan untuk menyediakan ruang guna mempertemukan kader-kader perempuan dari dari 27 Provinsi, 116 Kabupaten/kota dan 1000 desa untuk mengembangkan solidaritas sesama perempuan, saling belajar dan merayakan keberagaman.

“Menghasilkan agenda kerja gerakan perempuan untuk lima tahun ke depan, memilih pengurus nasional periode 2014 -2019, memberikan penghargaan bagi 16 perempuan penggerak perubahan, memberi pengakuan terhadap pengetahuan perempuan, dan mempromosikan produk kreatif perempuan dan budaya dari 34 provinsi dalam rangka pekan perempuan mandiri, menjadikan tujuan utama kegiatan ini,” jelas Dian.

Usai pembukaan kongres, pada hari pertama ini, di aula utama berlangsung juga seminar “PerlindunganSosial yang Berkeadilan”, dengan narasumber Khofifah Indarparawansa (Menteri Sosial Republik Indonesia), Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH.DR.PH (Centre For Health Economics and Policy Studies Universitas Indonesia), dan Dian Kartikasari (Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia).

Ahmad MAR

Pembukaan Kongres Nasional IV Koalisi Perempuan Indonesia

Pembukaan Kongres Nasional IV Koalisi Perempuan Indonesia

Bantul, 9 September 2014

“Perempuan Mandiri, Perempuan Memimpin”
Dalam satu pekan ini, 8-12 Desember 2014 Kongres Nasional VI Koalisi Perempuan Indonesia akan diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Yogyakarta dipilih menjadi tuan rumah acara Kongres Nasional IV ini setelah sebelumnya Kongres kedua dan ketiga diadakan di Jakarta. Kongres Nasional VI KPI tahun dihadiri sekitar 1.000 peserta dari 27 propinsi Indonesia.

Acara lima tahunan ini di awali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” dan Lagu Mars Koalisi Perempuan Indonesia yang di pimpin oleh Ibu Nuzuliah dari Makasar sebagai dirigen, dilanjutkan dengan tarian “Gambyong” sebagai tarian pembukaan.
Setelah disuguhi dengan keindahan tarian dari Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta, Halimah Ginting selaku wakil panitia menyampaikan laporan. Rica Melania, ketua panitia pengarah yang berasal dari Bajawa NTT menyatakan ”Dalam kurun waktu kurang lebih setahun, balai-balai perempuan berkembang menjadi beberapa cabang di seluruh wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur. Kami tidak lagi merasa sendiri dalam perjuangan meningkatkan kapasitas diri melainkan lebih kuat dalam wadah besar Koalisi Perempuan Indonesia setanah air. Perjuangan tidak sekedar peningkatan taraf hidup dan kapasitas perempuan, melainkan bersama bergerak dalam tujuan yang lebih besar yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, demokratis, dan beradab.”
Pembukaan yang ditandai pemukulan gong oleh Ibu Emi Widayati dari kementrian Sosial didampingi perwakilan presidium Luki Paramita, Fitriyanti , Ana Khomsana Damiri dan Sekjen 2009-2014 Dian Kartika Sari.

Kongres pertama dilaksanakan di Jogja, ke 2 dan 3 di Jakarta, dan ke empat kembali ke Jogja dengan semangat mendorong dan menguatkan perempuan untuk mendapatkan hak-haknya, menolak kekerasan, serta menjunjung kesetaraan & persaudaraan sesama perempuan.

Untuk kelancaran kongres diadakan doa lintas iman yang dipimpin oleh Ibu Nia Syarifud selaku Sekjen Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika bersama dengan perwakilan dari berbagai iman yaitu Khatolik, Islam, Kristen Protestan, Sapto Dharma, Kaharingan, dan Sunda Wiwitan.

Pengumuman Calon Pengurus Nasional 2014-2019

Pengumuman Calon Pengurus Nasional 2014-2019

Jogjakarta, 9 Desember 2014

Berdasarkan data yang masuk ke Panitia Pemilihan Pengurus Nasional ( PANPILNAS) berikut daftar calon pengurus Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan periode 2014 – 2019 :

[gview file=”http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2014/12/Data-Calon-Pengurus-2014-2019-KPI.pdf”]

[gview file=”http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2014/12/Data-Calon-Pengurus-2014-2019-KPI-presidium-nasional.pdf”]

admin

Undangan Konferensi Pers

Undangan Konferensi Pers

Jakarta, 6 Desember 2014
No : 139/KORNAS IV/KPI/XII/2014
Hal : Undangan Konferensi Pers

Kepada Yth.
Pimpinan Redaksi
Rekan-rekan Media
Di
Tempat

Salam Keadilan dan Demokrasi,

Dengan hormat,

Enam belas tahun setelah reformasi, pemberdayaan untuk meningkatkan peran dan kedudukan perempuan, dihadapkan pada situasi paradoksal. Disatu sisi terjadi berbagai kemajuan, namun disisi lain justru terjadi kemunduran yang mengakibatkan keterpurukan perempuan.

Kongres Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi yang pertama itu berhasil menetapkan asas perjuangannya, yaitu Pancasila dan Hak-Hak Perempuan dengan prinsip-prinsip Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Keadilan Gender dan Non Diskriminasi. Asas organisasi itu digunakan sebagai landasan untuk mewujudkan visi : “Terwujudkan kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang demokratis, sejahtera dan beradab”.

Pada tahun 2014 ini Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) akan menggadakan Kongres Nasional IV yang akan dihadiri oleh ± 1900 anggotanya dari seluruh Indonesia. Sehubungan dengan perihal tersebut, bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr dalam Konferensi Pers pembukaan Kongres Nasional IV Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi yang akan dilaksanakan pada :

Hari / tanggal : Senin , 8 Desember 2014
Jam : 12.30 s/d 13.30
Tempat : Pasar Seni – Gabusan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Demikian, undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih. Jika ada hal-hal yang kurang jelas silahkan menghubungi Bayu Sustiwi (0856793464) atau di email : sekretariat@koalisiperempuan.or.id

Hormat kami,
Panitia Kongres Nasional IV
Koalisi Perempuan Indonesia

Hendrica Melania Lame Djawa Sutriyatmi
Ketua Panitia Pengarah Ketua Panitia Pelaksana

Mengetahui,

Dian Kartika Sari
Sekretaris Jenderal